Bagaimana Mengidentifikasi Pencetakan Flexografik?
Sep 01, 2025
Tinggalkan pesan
Pencetakan flexographic memiliki karakteristik pencetakan dan karakteristik proses yang unik. Ciri-ciri tersebut dapat diketahui dengan melihat tampilannya, menyentuhnya, menganalisa proses pencetakannya dan membandingkan hasilnya. Caranya adalah sebagai berikut:
Perhatikan sidik jari
Bentuk titik
Pencetakan flexographic menggunakan tinta transfer rol anilox. Dalam proses proses transfer tinta, tepi titik mudah diperas. Oleh karena itu, titik biasanya berbentuk "cekung" atau "elips", titik offset dan titik pencetakan gravure.
Dalam sorotan, titik-titik flexographic tampak "berongga", yang berarti tidak ada cukup tinta di tengah-tengah polkadot, sehingga menyebabkan area tersebut menjadi dangkal.
Saturasi Warna
Pencetakan flexographic menggunakan tinta-tekanan rendah dan transparan. Oleh karena itu, saturasi warna pada barang cetakan relatif rendah, sehingga menghasilkan warna yang lebih lembut dan alami.
Pencetakan Flexo mungkin menghasilkan warna yang sedikit lebih sedikit dibandingkan pencetakan offset, namun fitur ini bekerja lebih baik dalam pencetakan paket, yang menginginkan efek warna yang lebih lembut. Kehalusan Padat
Area padat pada cetakan flexo mungkin memiliki sedikit pola "riak" atau "kulit jeruk", yang ditentukan oleh metode pengisian tinta rol anilox dan elastisitas pelat cetak. Hal ini terutama berlaku saat mencetak pelat padat berukuran besar.
Tekstur ini merupakan ciri khas pencetakan flexographic dan dapat diamati dengan kaca pembesar atau mikroskop.
Sentuh kualitas cetak
Ketebalan Pelat
Ketebalan pelat cetak flexographic umumnya antara 1,7 mm dan 7 mm, dibandingkan pelat offset (tebal sekitar 0,3 mm) dan pelat gravure (ketebalan bervariasi sesuai kebutuhan pencetakan, tetapi umumnya relatif tipis).
Meskipun tidak mungkin menentukan ketebalan pelat secara akurat melalui kontak langsung dengan cetakan, dalam beberapa kasus Anda dapat menentukan pencetakan flexo secara tidak langsung dengan melihat bagian tepi atau belakang cetakan dan merasakan tekanan pelat pada kertas atau film.
Perilaku Pengeringan Tinta
jenis tinta yang umum digunakan dalam pencetakan flexographic antara lain tinta hidro, tinta UV, dan tinta pelarut. Tinta hidrasi dan tinta UV memiliki perilaku pengeringan yang unik, sehingga menghasilkan kesan unik. Tinta yang menghidrasi menciptakan lapisan tipis air pada permukaan mesin cetak, sehingga permukaannya terasa halus. Tinta UV setelah dikeringkan, permukaannya akan membentuk lapisan film keras, memberikan kesan keras dan halus.
Karakterisasi Proses Pencetakan
Tekanan pencetakan
Pencetakan flexographic menggunakan tekanan ringan untuk mengurangi tekanan kontak antara pelat cetak dan media. Hal ini membuat tepi teks dan gambar menjadi lebih lembut, tanpa tanda tekanan yang terlihat.
Dibandingkan dengan pencetakan gravure, pencetakan flexographic menghasilkan lebih sedikit garis bergerigi atau kasar. Dibandingkan dengan pencetakan offset, perolehan titik pencetakan flexographic lebih rendah, sehingga kedalaman gambar lebih jelas.
Akurasi Pendaftaran
akurasi registrasi mesin cetak flexographic dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk akurasi pembuatan silinder pelat, akurasi pemasangan silinder pencetakan, kontrol tegangan pencetakan. Secara umum, akurasi registrasi mesin cetak flexographic modern adalah ±0,1mm.
Saat memeriksa cetakan, Anda dapat menentukan apakah cetakan tersebut fleksibel dengan memeriksa keselarasan pola atau teks multi-warna yang dicetak berlebih. Jika akurasi pencetakan berlebih tinggi, desain tepinya tajam, mungkin pencetakannya fleksibel.
Perbandingan dengan Metode Pencetakan lainnya
Perbandingan dengan set-off
Produk offsctdrucked-dalam warna cerah dan kaya akan kedalaman, dengan bintik-bintik bulat dan permukaan halus dan rata. Sebaliknya, pencetakan flexographic memiliki saturasi warna yang lebih rendah, titik-titik berbentuk jujube-, dan permukaan yang sedikit bertekstur.
Selain itu, pencetakan offset umumnya menggunakan versi PS, versi PS lebih tipis, dan persyaratan tekanan pencetakan lebih tinggi; pencetakan flexographic umumnya menggunakan pelat PS yang lebih tebal, persyaratan tekanan pencetakan lebih rendah.
Perbandingan dengan Pencetakan Gravure
Pencetakan gravure dapat menghasilkan warna-warna cerah, lapisan tinta lebih tebal, dan efek lega yang nyata. Pencetakan flexographic menghasilkan warna yang lebih lembut, lapisan tinta lebih tipis, dan permukaan lebih halus.
Pencetakan gravure menggunakan titik-titik persegi atau berlian yang tajam; pencetakan flexographic menggunakan titik-titik berbentuk jujube-dengan tepi yang lebih lembut.

